Halo teman-teman, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai dunia olah raga khususnya olah raga air yang sekarang banyak sekali digunakan sebagai wisata air. Yup tidak salah, kali ini kita akan membahas mengenai, apa sih perbedaan rafting dan arum jeram ?

Mungkin kalian juga sudah mengetahui bahwa selain wisata air, Rafting dan Arung jeram juga memiliki daya Tarik lainnya seperti :

  1. Olah raga
  2. melatih kekompakan team
  3. Melatih kepemimpinan
  4. Refreshing
  5. Mempererat hubungan kekeluargaan, dll

Olah raga air juga banyak jenisnya, dan yang paling sering di gemari oleh wisatawan iyalah rafting dan arum jeram. Apa ya perbedaannya?

kaliwatu rafting, kaliwatu malang, kaliwatu rafting batu, kaliwatu batu malang, kaliwatu rafting harga, kaliwatu batu, kaliwatu rafting batu malang, wisata kaliwatu batu, kaliwatu kota batu, harga kaliwatu rafting, harga kaliwatu rafting malang, arung jeram kaliwatu malang, lokasi kaliwatu, tiket masuk kaliwatu rafting, rafting malang murah, rafting malang batu, rafting malang harga, rafting di malang, rafting di malang batu, rafting di malang harga, rafting di malang jawa timur, rafting murah di malang,
www.kaliwaturafting.com/0895-1481-0211

Olah raga air juga banyak jenisnya, dan yang paling sering di gemari oleh wisatawan iyalah rafting dan arum jeram. Apa ya perbedaannya?

Sebenarnya, arung jeram dan rafting adalah dua hal yang memiliki pengartian sama. Biasanya dalam bahasa Inggris, arung jeram disebut white water rafting yang berarti kegiatan mengarungi sungai dengan menggunakan perahu dan mengandalkan kemampuan mendayung. Dengan demikian, untuk mempersingkat, maka cukup disebut dengan rafting.

Petualangan seru di atas derasnya arus sungai ini termasuk dalam ORDA atau Olahraga Arus Deras. Federasi internasionalnya bernama International Rafting Federation atau biasa disingkat IRF. Di bawah naungan organisasi ini, berbagai turnamen arung jeram berskala internasional pun diselenggarakan di negara-negara dengan sungai terbaik termasuk beberapa kali di Indonesia.

Sejarah Arung Jeram

Konon, sejarah arung jeram dimulai setelah masa Perang Dunia II. Seorang tentara asal Amerika Serikat bernama John Wesley Powell menyusuri Sungai Colorado sejauh 250 mil dan melalui gugusan tebing raksasa nan cantik yang kemudian kita kenal dengan nama Grand Canyon. Namun, jenis perahu yang digunakan sang Bapak Arung Jeram Dunia tersebut tidak seperti perahu pada saat ini, tetapi masih berupa kayu yang disusun sedemikian rupa.

Barulah pada pengembangannya, aktivitas mengarungi sungai tersebut mulai populer di tanah Amerika dan Eropa. Kegiatan yang menantang dan memiliki risiko tinggi tersebut kemudian disebut dengan istilah white water rafting. Perahu yang digunakan pun mulai diproduksi secara khusus untuk rafting  menggunakan material yang lebih kuat, sehingga dapat mengangkut lebih banyak orang sekaligus alat-alat dan logistik lain yang dibutuhkan.

Perlengkapan yang Dibutuhkan Saat Arung Jeram

Cukup banyak perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan arung jeram. Pertama tentu saja perahu. Secara umum, bahan yang digunakan untuk kelengkapan ini adalah PVC dan nilon. Berdasarkan jenisnya, perahu rafting ada yang memiliki lubang untuk saluran pembuangan air, sehingga saat ada genangan air di dalam perahu dapat langsung kembali dibuang, dan yang tidak memiliki lubang saluran.

Selain itu, pelampung adalah perlengkapan keselamatan utama yang tidak boleh tertinggal. Tidak hanya untuk membuat awak tetap terapung saat terjatuh di dalam air, pelampung juga digunakan sebagai body protector selagi awak berada di atas perahu. Ada pun berbagai kelengkapan  rafting lainnya adalah helmet, dayung, peluit, P3K kit, dry bag, repair kit, dan lain-lain.

Arung jeram pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, mulai dari usia muda hingga dewasa selama dalam kondisi yang sehat. Tentu saja, ada perbedaan lintasan yang dilalui untuk menjaga keselamatan.

Berdasarkan tingkat kesulitan, grade jeram, dibedakan mulai I hingga VI. Grade setiap sungai juga dapat berubah-ubah sesuai debit air, tetapi biasanya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Untuk pemula, biasanya cukup melalui grade I hingga III. Barulah untuk para profesional, grade V hingga VI adalah medan yang paling cocok.

Sebagai saran tambahan untuk kamu yang tertarik dengan aktivitas rafting, gunakanlah selalu peralatan yang lengkap dan nyaman, termasuk dengan menggunakan sandal gunung terbaik dan tahan air. Di Indonesia, sandal Akasaka telah terbukti paling tangguh untuk urusan bertualang di arus deras.

Untuk Informasi lebih lanjut :

No Tlp : 0895-1481-0211 & 0822-3108-0521 (WhatsApp)

Instagram : @kaliwatu.rafting

Website : www.kaliwaturafting.com

Email : indonesia.tips@gmail.com

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *